Khamis, 21 Januari 2016

Rezeki, Harta dan Kekayaan




Meskipun rezeki ada bermacam-macam bentuknya, tetapi rezeki kerap diertikan sebagai harta atau kekayaan.

Orang yang kaya, banyak harta, diertikan sebagai orang yang dikurnia rezeki yang banyak. Harta memang paling menonjol di antara bentuk-bentuk rezeki lainnya.


Harta atau kekayaan dalam Islam disebut al-Mal. Ia menjadi pokok pangkal segala kebaikan dan kebajikan, Walaupun ia juga boleh menjadi pokok pangkal bagi segala kejahatan, kemaksiatan dan kehinaan.

Dengan harta, orang mendapat kemuliaan dan mendapat melakukan hal-hal yang mulia: berbuat ihsan(kebaikan), memberikan pertolongan dan menghulurkan bantuan, mencapai, mencapai hajat dan keperluan, meringankan
penderitaan dan kesulitan orang sekeliling. Bahkan ia dapat meringankan penderitaan dan kesulitan makhluk yang lain selain manusia.


Dengan harta orang dapat berbuat hal-hal terpuji, seperti menyantuni orang lemah dan fakir miskin, melindungi anak yatim, mendirikan sekolah, membina pusat asuhan anak yatim, dan sebagainya. Bahkan dengannya, orang dapat berbuat kebajikan di bidang ekonomi; mempermudahkan hubungan dan melancarkan  pengangkutan serta bermacam-macam usaha yang mendatangkan  kemuliaan dan kemakmuran.


Akan tetapi sebaliknya, dengan harta pula orang dapat berlaku boros dan gila kemewahan yang berlebihan dan bukan pada tempatnya, orang dapat berlaku sombong dan ujub, bakhil, rakus, keji, kejam dan berbagai lagi yang membawa seseorang ke dalam jurang kebinasaan, kemiskinan dan kehinaan.


Orang yang berakal, berusaha mencari rezeki harta untuk dipergunakan pada usaha-usaha seperti di atas; berusaha mendidik dirinya dengan adab dan akhlak terpuji, yang melengkapinya dengan ilmu pengetahuan.


Semoga kita semua berusaha mendapatkan harta untuk kebaikan dan dapat memanfaatkannya di jalan yang diredhai Allah SWT.


Inshaa Allah.



Catat Ulasan